Selasa, 01 Desember 2015

Kejamnya Social Media



Akhir-akhir ini dunia social media sedang ramai membicarakan tentang taman bunga Amaryllis di Yogyakarta. Disamping karena keindahannya, fenomena yang sedang ramai dibicarakan juga tentang ulah beberapa oknum yang merusak taman bunga tersebut hanya untuk kepentingan selfie dan diupload ke sosmed. Para netizen menyayangkan taman bunga yang katanya hanya mekar setahun sekali itu rusak cuma gara-gara buat selfie. Udah gitu oknum-oknum tersangkanya seakan merasa masa bodoh atau malah membela diri karena disini mereka udah bayar untuk masuk. Dan akibatnya mereka dibully habis-habisan di social media. Ada yang berupa kritik halus, sarcasm, bahkan dibuat meme. Terakhir kali gue cek, salah satu akun mereka udah hilang dari peredaran. Mungkin malu. Mungkin juga beban bully yang mereka terima terlalu berat sehingga mereka nggak sanggup untuk menanggungnya.



Nah disini gue mau bahas tentang social media. Ada banyak jenis social media sekarang ini. Dari jamannya friendster, facebook, twitter, instagram, path, snapchat, periscope, dan masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin kalo orang yang kelewat gaul bakalan punya semua akun di sosmed-sosmed itu. Tapi gue sering mikir, mungkin nggak sih kalian ngecek semua akun sosmed kalian setiap hari? Social media sebenarnya dirancang untuk menyatukan yang jauh, berbagi informasi, mencari kenalan baru, cari gebetan, atau hanya sekedar ajang kumpul suatu komunitas. Tapi dalam perkembangannya, sosmed sering digunakan untuk hal lain yang bersifat negative. Ada yang buat ajang pamer, buat penipuan, propaganda, menyebar kebencian, cari selingkuhan, bahkan ada yang buat sarana penculikan. Buat yang nggak hati-hati, dunia sosmed itu sebenarnya kejam. Salah posting dikit, siap-siap aja dibully. Bahkan cuma gara-gara typo, bencana bisa datang.
Contohnya mau posting :

“Pak guru tahu kalo gue lagi marah”

Nah, karena huruf “u” dan “i” itu deket, malah jadi ngetik :

“Pak guru tahi kalo gue lagi marah”

Dan pagi harinya lo udah dikeluarkan dari sekolah. Kejam? Memang.

Selain itu banyak berita hoax yang beredar di sosmed. Kadang kita asal share aja kalo ada berita yang kira-kira judulnya provokatif tanpa cek dulu kebenarannya. Padahal mungkin berita-berita itu cuma buat menyudutkan suatu pihak, buat naikin rating web, atau malah cuma bahan becandaan. Tapi kadang kita cuma baca judulnya aja udah emosi, trus main share, ujung-ujungnya ada pihak yang nggak tau apa-apa jadi sasaran kemarahan publik. Kejam? Ya. Mau tau contohnya? Banyak banget tuh kalo pas musim pemilu atau kalo pas ada kejadian yang menyangkut SARA. Berita hoax akan dengan cepat menyebar dan menimbulkan banyak kebencian. Apa sebegitu bodohnya kita sampe nggak mau ngecek kebenarannya dulu dan langsung asal share? Ayolah, tunjukin kalo lo cerdas. Jangan asal sebar berita yang belum tentu benar.
Ada banyak kekejaman lain dari sosmed. Lo jomblo? Kekejaman akan semakin menjadi. Liat aja di fanpage-fanpage meme, banyak banget jomblo yang dibully hanya karena “kejombloannya”. Emang sih cuma buat becandaan, tapi kenapa selalu jomblo yang dibully? Sehina itukah jomblo? Hiks.. Sorry, gue terbawa suasana. Ada hal yang lebih kejam lagi. Saat lo lagi stalking akun sosmed mantan dan dia udah punya pasangan baru. Ini bener-bener kejam. Hiks..
Oke, kembali ke topik semula. Setelah kalian semua tau betapa kejamnya social media, gue saranin kalian lebih hati-hati deh kalo mau posting atau share sesuatu. Pastikan itu nggak menyakiti orang lain atau merugikan diri sendiri kedepannya. Ingat, jadikan social media untuk menyatukan kita, bukan untuk mencerai-beraikan kita. Salam super sodara-sodara..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar