Jumat, 31 Juli 2015

Menghadapi Rasa Kehilangan

     Minggu kemarin gue baca satu cerita di Kaskus. Judulnya Dia..Dia..Dia..Sempurna. Ceritanya tentang seorang cowok bernama Deni dari mulai dia masuk SMA sampai sekarang dia udah jadi orang yang mapan. Pada cerita ini, dikisahkan Deni disukai banyak cewek. Tapi hanya ada dua tokoh cewek sentral di cerita ini yaitu Oliv dan Oca. Mereka sama-sama suka Deni tapi sama-sama digantungin juga karena Deni nggak bisa milih salah satu dari mereka. Dia sayang keduanya dan nggak mau salah satu sakit hati. Hingga akhirnya Deni bisa bener-bener milih dan pilihannya jatuh pada Oca. Yah, di cerita ini memang Oca digambarkan sebagai sosok yang setia nunggu walau digantungin selama hampir 10 tahun. Namun sayangnya saat Deni udah memutuskan memilih Oca, ternyata kondisi Oca sedang sakit parah dan akhirnya meninggal sebulan sebelum mereka menikah. Kalo yang mau lihat cerita lengkapnya bisa kalian baca disini.

Jumat, 24 Juli 2015

Aku, Kamu, dan Long Distance Relationship



   

   Sanji dan Violla adalah sepasang kekasih yang sedang menjalani LDR. Sejak setahun lalu, Violla pergi jualan mie lidi ke Ukraina. Katanya untuk merubah nasib. Sedangkan Sanji harus bertahan di Indonesia karena sudah terikat kontrak jadi cleaning service bandara Soekarno Hatta. Dia bertugas ngepel landasan pacu pesawat disana. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Mereka masih sering chat, telpon-telponan, atau video call via Skype. Namun karena jarak dan zona waktu yang berbeda, komunikasi mereka menjadi agak berkurang. Kadang Violla baru pulang kerja mau hubungi Sanji, eh Sanjinya udah tidur. Pas Sanji bangun, giliran Violla yang masih nyenyak di kasur. Namun mereka selalu pegang komitmen untuk bersama.

Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Dalam Perbedaan, Mungkinkah?

...Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu...

     Joseph dan Aisyah adalah teman semasa SMA. Setelah lama dekat, mereka akhirnya jadian. Mereka punya latar belakang yang berbeda dan saling melengkapi. Joseph adalah seorang aktivis gereja yang pintar namun sedikit pemalu. Sedangkan Aisyah adalah seorang wakil ketua majelis taklim yang supel dan periang. Yah, mereka memang berbeda kepercayaan. Dan itu tidak menghalangi kebersamaan mereka. Namun sedikit demi sedikit masalah mulai muncul. Pandangan skeptis orang di sekitar, tentangan keluarga, hingga godaan orang ketiga datang menguji kebersamaan mereka. Namun dengan keteguhan hati, mereka dapat melalui semua itu. Orang-orang mulai bisa menerima hubungan mereka. Keluarga akhirnya mendukung juga. Dan karena mereka semakin dekat, orang ketiga pun enggan mengganggu mereka. Hingga akhirnya sudah hampir 10 tahun mereka berpacaran dan berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih jauh. Mereka ingin menikah. Di sinilah masalah yang lebih pelik terjadi. Walaupun orang tua sudah merestui, namun mereka kesulitan untuk melakukan pernikahan. Jika mereka ingin bersatu, maka salah satu harus mengalah. Mereka memang saling mencintai, namun mereka pun tidak bisa meninggalkan kepercayaan mereka. Mereka beberapa kali putus nyambung karena hal ini. Namun kisah mereka ibarat menonton sebuah film atau membaca buku novel. Berapa kalipun mengulang menonton atau membaca, ending yang didapat akan sama saja. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah walau berat. Dan 10 tahun hubungan mereka berakhir. Nah, siapa yang salah kalau udah begini? Mari kita renungkan..


     Menurut gue pribadi, dalam suatu agama, setiap perintah dan aturan adalah mutlak hukumnya. Tuhan adalah sempurna, oleh sebab itu kita sebagai umatnya pun harus mengikuti ajarannya sesempurna mungkin agar lebih dekat dengan-Nya. Kita wajib menjalani setiap perintah Tuhan tanpa ada cela, karena setiap penyimpangan adalah dosa. Bagaimana dengan kasus di atas? Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Jika melihat pada peraturan agama, ada beberapa hal yang ditekankan.