Sanji dan
Violla adalah sepasang kekasih yang sedang menjalani LDR. Sejak setahun lalu,
Violla pergi jualan mie lidi ke Ukraina. Katanya untuk merubah nasib. Sedangkan
Sanji harus bertahan di Indonesia karena sudah terikat kontrak jadi cleaning
service bandara Soekarno Hatta. Dia bertugas ngepel landasan pacu pesawat
disana. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Mereka masih sering chat,
telpon-telponan, atau video call via Skype. Namun karena jarak dan zona waktu
yang berbeda, komunikasi mereka menjadi agak berkurang. Kadang Violla baru
pulang kerja mau hubungi Sanji, eh Sanjinya udah tidur. Pas Sanji bangun,
giliran Violla yang masih nyenyak di kasur. Namun mereka selalu pegang komitmen
untuk bersama.
Semua berubah
saat Violla kenal dengan Doffy. Doffy adalah seorang tukang odong-odong di
Ukraina yang juga berasal dari Indonesia. Hubungan mereka semakin akrab, dan
lambat laun komunikasi Violla dan Sanji semakin jarang. Mau gimana lagi, waktu
Sanji nggak bisa dihubungi, ada Doffy yang selalu ada. Dan tanpa disadari,
ternyata Doffy memendam rasa kepada Violla. Semakin Doffy memberi perhatian
lebih ke Violla, semakin Violla lupa akan Sanji. Komitmen mereka gimana?
Mungkin Violla sudah mulai lupa. Sedangkan Sanji masih berharap suatu saat
Violla akan pulang ke Indonesia dan mereka bisa hidup bahagia selamanya.
Ada banyak
kisah LDR (Long Distance Relationship) dalam percintaan. Jangankan pacaran, bahkan ada pasangan suami istri
yang rela LDR demi karir. Namun hubungan LDR yang sukses itu kecil. Mungkin
hanya sekitar 10% dari total hubungan LDR yang ada di dunia. Banyak masalah
yang timbul akibat LDR. Apa aja itu? Nih gue sebutin beberapa masalah LDR versi
gue.
1. Kejelasan
Status
Biasanya orang
yang LDR selalu ditanyain temen atau sodara : “Pacarnya mana?”. Kelihatannya
hanya masalah yang sepele, tapi apa kalian tahan ditanya gitu terus? Paling
pacarnya nongol pas mudik lebaran doang. Dan itu nggak bisa kalian tunjukkan ke
semua orang yang pernah nanya ke kalian. Jadi status pacaran kalian seperti
ngambang. Cuma pacaran lewat suara atau gambar. Dia nggak bisa selalu ada buat
kalian, dan kalian nggak bisa selalu ada buat dia. Trus apa bedanya dengan
jomblo?
2. Orang Ketiga
Ini masalah
yang mungkin paling rawan. Biasanya orang yang LDR itu banyak godaanya. Pasti
ada aja yang deketin. Kalo imannya kuat sih pasti bisa bertahan. Tapi jika
godaan itu datang bertubi-tubi, apa kalian yakin bisa kuat? Sekuat-kuatnya
kalian bertahan, jika diberi perhatian terus tiap hari, pasti luluh juga.
Ibaratnya, batu karang akan pecah juga kalo tiap hari kena deburan ombak. Seperti Violla tadi. Sanji memang selalu berusaha memberi kabar, tapi Violla
butuh seorang yang ada di dekatnya. Butuh teman yang bisa tertawa bersama.
Butuh pundak untuk bersandar saat dia sedih. Dan semua itu nggak bisa diberikan
Sanji. Tapi Doffy bisa kasih itu semua. Rasa nyaman yang real, bukan hanya
lewat kata-kata di telepon. Yang ngucapin met makan akan kalah sama yang
ngajakin makan. Yang bilang “ati-ati pulangnya” akan kalah sama yang nganterin
pulang. Yang ngucapin met bobo akan kalah sama yang nemenin bobo, eh…
3. Biaya Besar
LDR memang butuh biaya yang besar. Pulsa buat telepon. Kuota internet untuk Skype-an. Atau bahkan tiket yang nggak murah untuk hanya sekedar bertemu. Pengorbanan yang mahal untuk suatu hubungan bukan?
4. Masa Depan
Ini juga
masalah yang serius. Buat yang lagi LDR pasti pernah berpikir, gimana
kedepannya kelak? Masa depan suatu hubungan perlu dibicarakan berdua. Namun
gimana mau bicara masa depan jika jarang ketemu. Lewat telepon? Bisa sih, tapi
gue rasa nggak cocok membicarakan masa depan cuma lewat telepon. Masa depan
harus dibicarakan serius dalam sebuah pertemuan agar kita tau ambisi, emosi,
dan semangat pasangan kita dengan jelas. Dengan melihatnya gue yakin kita akan
lebih semangat lagi menatap masa depan. Sedangkan kalo LDR, semangat itu
mungkin ada, tapi nggak semaksimal saat bersama.
Nah, selain
masalah-masalah itu, sebenarnya ada sisi positif dari LDR. Ini beberapa
keuntungan LDR menurut hasil survey.
1. Belajar
Bersabar
Ya pasti lah.
Gimana nggak sabar kalo ketemunya aja mungkin hanya setahun sekali. Gue yakin
kalo kalian udah lama LDR, kalian pasti masuk dalam kaum-kaum yang penyabar.
2. Perasaan yang
Lebih Kuat
Biasanya
orang-orang yang berhasil dalam LDR, punya ikatan perasaan yang lebih kuat pada
pasangannya. Mereka akan lebih percaya satu sama lain. Menghargai satu sama
lain. Wajar saja, tanpa rasa saling percaya, LDR nggak akan berhasil. Butuh
rasa saling percaya yang luar biasa untuk bertahan. Mereka termasuk orang-orang
yang hebat menurut gue.
3. Mengurangi
Hal-hal yang Negatif
Kalian pasti
tau gaya pacaran anak jaman sekarang. Kalo ketemu suka di tempat yang gelap dan
sepi. Pelukan dan ciuman bukan hal yang tabu lagi bagi mereka. Makanya LDR itu
bisa mengurangi hal-hal semacam itu. Gimana mau ciuman atau pelukan coba?
Palingan cuma bilang “muach..muach..” pas lagi telepon. Atau palingan cuma
meluk monitor pas lagi Skype-an.
Itu beberapa
kelebihan dan kekurangan LDR menurut gue. Semua tergantung orangnya. Bagi
kalian orang yang sabar, tabah dan pengertian, kalian pasti mampu. Tapi bagi
kalian yang mudah jatuh cinta, gue saranin jangan LDR deh. LDR butuh kesetiaan,
rasa saling percaya dan yang pasti pulsa dan kuota internet yang melimpah.
Mungkin ada
yang mau nambahin? Silahkan saja..







Tidak ada komentar:
Posting Komentar