Jumat, 24 Juli 2015

Aku, Kamu, dan Long Distance Relationship



   

   Sanji dan Violla adalah sepasang kekasih yang sedang menjalani LDR. Sejak setahun lalu, Violla pergi jualan mie lidi ke Ukraina. Katanya untuk merubah nasib. Sedangkan Sanji harus bertahan di Indonesia karena sudah terikat kontrak jadi cleaning service bandara Soekarno Hatta. Dia bertugas ngepel landasan pacu pesawat disana. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Mereka masih sering chat, telpon-telponan, atau video call via Skype. Namun karena jarak dan zona waktu yang berbeda, komunikasi mereka menjadi agak berkurang. Kadang Violla baru pulang kerja mau hubungi Sanji, eh Sanjinya udah tidur. Pas Sanji bangun, giliran Violla yang masih nyenyak di kasur. Namun mereka selalu pegang komitmen untuk bersama.

    Semua berubah saat Violla kenal dengan Doffy. Doffy adalah seorang tukang odong-odong di Ukraina yang juga berasal dari Indonesia. Hubungan mereka semakin akrab, dan lambat laun komunikasi Violla dan Sanji semakin jarang. Mau gimana lagi, waktu Sanji nggak bisa dihubungi, ada Doffy yang selalu ada. Dan tanpa disadari, ternyata Doffy memendam rasa kepada Violla. Semakin Doffy memberi perhatian lebih ke Violla, semakin Violla lupa akan Sanji. Komitmen mereka gimana? Mungkin Violla sudah mulai lupa. Sedangkan Sanji masih berharap suatu saat Violla akan pulang ke Indonesia dan mereka bisa hidup bahagia selamanya.
    Ada banyak kisah LDR (Long Distance Relationship) dalam percintaan. Jangankan pacaran, bahkan ada pasangan suami istri yang rela LDR demi karir. Namun hubungan LDR yang sukses itu kecil. Mungkin hanya sekitar 10% dari total hubungan LDR yang ada di dunia. Banyak masalah yang timbul akibat LDR. Apa aja itu? Nih gue sebutin beberapa masalah LDR versi gue.

    1. Kejelasan Status

Biasanya orang yang LDR selalu ditanyain temen atau sodara : “Pacarnya mana?”. Kelihatannya hanya masalah yang sepele, tapi apa kalian tahan ditanya gitu terus? Paling pacarnya nongol pas mudik lebaran doang. Dan itu nggak bisa kalian tunjukkan ke semua orang yang pernah nanya ke kalian. Jadi status pacaran kalian seperti ngambang. Cuma pacaran lewat suara atau gambar. Dia nggak bisa selalu ada buat kalian, dan kalian nggak bisa selalu ada buat dia. Trus apa bedanya dengan jomblo?

    2. Orang Ketiga

Ini masalah yang mungkin paling rawan. Biasanya orang yang LDR itu banyak godaanya. Pasti ada aja yang deketin. Kalo imannya kuat sih pasti bisa bertahan. Tapi jika godaan itu datang bertubi-tubi, apa kalian yakin bisa kuat? Sekuat-kuatnya kalian bertahan, jika diberi perhatian terus tiap hari, pasti luluh juga. Ibaratnya, batu karang akan pecah juga kalo tiap hari kena deburan ombak. Seperti Violla tadi. Sanji memang selalu berusaha memberi kabar, tapi Violla butuh seorang yang ada di dekatnya. Butuh teman yang bisa tertawa bersama. Butuh pundak untuk bersandar saat dia sedih. Dan semua itu nggak bisa diberikan Sanji. Tapi Doffy bisa kasih itu semua. Rasa nyaman yang real, bukan hanya lewat kata-kata di telepon. Yang ngucapin met makan akan kalah sama yang ngajakin makan. Yang bilang “ati-ati pulangnya” akan kalah sama yang nganterin pulang. Yang ngucapin met bobo akan kalah sama yang nemenin bobo, eh…

    3. Biaya Besar

LDR memang butuh biaya yang besar. Pulsa buat telepon. Kuota internet untuk Skype-an. Atau bahkan tiket yang nggak murah untuk hanya sekedar bertemu. Pengorbanan yang mahal untuk suatu hubungan bukan?

    4. Masa Depan

Ini juga masalah yang serius. Buat yang lagi LDR pasti pernah berpikir, gimana kedepannya kelak? Masa depan suatu hubungan perlu dibicarakan berdua. Namun gimana mau bicara masa depan jika jarang ketemu. Lewat telepon? Bisa sih, tapi gue rasa nggak cocok membicarakan masa depan cuma lewat telepon. Masa depan harus dibicarakan serius dalam sebuah pertemuan agar kita tau ambisi, emosi, dan semangat pasangan kita dengan jelas. Dengan melihatnya gue yakin kita akan lebih semangat lagi menatap masa depan. Sedangkan kalo LDR, semangat itu mungkin ada, tapi nggak semaksimal saat bersama.

    Nah, selain masalah-masalah itu, sebenarnya ada sisi positif dari LDR. Ini beberapa keuntungan LDR  menurut hasil survey.

    1. Belajar Bersabar

Ya pasti lah. Gimana nggak sabar kalo ketemunya aja mungkin hanya setahun sekali. Gue yakin kalo kalian udah lama LDR, kalian pasti masuk dalam kaum-kaum yang penyabar.

    2. Perasaan yang Lebih Kuat

Biasanya orang-orang yang berhasil dalam LDR, punya ikatan perasaan yang lebih kuat pada pasangannya. Mereka akan lebih percaya satu sama lain. Menghargai satu sama lain. Wajar saja, tanpa rasa saling percaya, LDR nggak akan berhasil. Butuh rasa saling percaya yang luar biasa untuk bertahan. Mereka termasuk orang-orang yang hebat menurut gue.

    3. Mengurangi Hal-hal yang Negatif

Kalian pasti tau gaya pacaran anak jaman sekarang. Kalo ketemu suka di tempat yang gelap dan sepi. Pelukan dan ciuman bukan hal yang tabu lagi bagi mereka. Makanya LDR itu bisa mengurangi hal-hal semacam itu. Gimana mau ciuman atau pelukan coba? Palingan cuma bilang “muach..muach..” pas lagi telepon. Atau palingan cuma meluk monitor pas lagi Skype-an.

    Itu beberapa kelebihan dan kekurangan LDR menurut gue. Semua tergantung orangnya. Bagi kalian orang yang sabar, tabah dan pengertian, kalian pasti mampu. Tapi bagi kalian yang mudah jatuh cinta, gue saranin jangan LDR deh. LDR butuh kesetiaan, rasa saling percaya dan yang pasti pulsa dan kuota internet yang melimpah.
    Mungkin ada yang mau nambahin? Silahkan saja..
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar