Selasa, 01 Desember 2015

Kejamnya Social Media



Akhir-akhir ini dunia social media sedang ramai membicarakan tentang taman bunga Amaryllis di Yogyakarta. Disamping karena keindahannya, fenomena yang sedang ramai dibicarakan juga tentang ulah beberapa oknum yang merusak taman bunga tersebut hanya untuk kepentingan selfie dan diupload ke sosmed. Para netizen menyayangkan taman bunga yang katanya hanya mekar setahun sekali itu rusak cuma gara-gara buat selfie. Udah gitu oknum-oknum tersangkanya seakan merasa masa bodoh atau malah membela diri karena disini mereka udah bayar untuk masuk. Dan akibatnya mereka dibully habis-habisan di social media. Ada yang berupa kritik halus, sarcasm, bahkan dibuat meme. Terakhir kali gue cek, salah satu akun mereka udah hilang dari peredaran. Mungkin malu. Mungkin juga beban bully yang mereka terima terlalu berat sehingga mereka nggak sanggup untuk menanggungnya.


Selasa, 13 Oktober 2015

Cara Membuat Blog Menjadi Aplikasi Android

   
    Kalian punya blog? Kalo punya, pernah kepikiran nggak blog kalian bisa jadi aplikasi Android? Pasti keren dong punya aplikasi blog pribadi. Bisa kalian pamerin atau bisa dishare juga ke Google Play. 
    "Tapi bikin aplikasi gituan kan susah ya? Belajarnya juga lama. Kayaknya nggak mungkin bisa deh, secara gue ini kuliah di jurusan Sastra Zimbabwe."
    Mungkin ada yang kepikiran kayak gitu juga. Gue mau sombong dikit nih. Dulu gue kuliah jurusan IT, dan tugas akhir gue adalah buat game yang dijalankan di platform Android. Game sederhana sih, tapi rasanya tuh udah bangga banget pokoknya. Nah, setelah hampir 2 tahun nggak pegang coding gituan lagi, skill gue otomatis menurun. Karena gue nggak mau kuliah gue sia-sia, akhirnya gue mulai belajar buat aplikasi Android lagi. Pikiran gue langsung tertuju pada blog ini. Gue pengen blog ini bisa jadi aplikasi Android. Setelah niat terkumpul, akhirnya gue siap untuk merealisasikannya. Karena udah lama nggak coding, gue cari beberapa referensi di Google. Gue butuh beberapa source code untuk project ini. Tapi gue malah nemu cara yang lebih simple, bahkan orang yang nggak punya basic IT pun bisa membuat aplikasinya. Mau tau caranya? Nih gue kasih tau..

Kamis, 08 Oktober 2015

Patah Hati Berjuta Rasanya

    Patah hati. Bagi yang pernah pacaran lebih dari sekali, pasti pernah ngerasain yang namanya patah hati. Kecuali kalian baru pertama kali pacaran dan lagi anget-angetnya atau emang dari lahir sampe sekarang belum pernah pacaran sama sekali. Tapi percayalah wahai para jomblo, lebih baik jadi jones daripada ngerasain yang namanya patah hati. #allhailjones

    Patah hati itu sakit, nyesek, bawaannya galau, trus dikit-dikit baper. Dan yang paling ngeselin, orang-orang sekitar pasti cuma bisa ngasih saran, puk-puk, prihatin, bahkan malah ada yang ngejekin. Mereka nggak tau sakitnya patah hati itu. Paling mereka cuma bisa bilang “Move on dong!!” dan menganggap masalah selesai. Padahal asal kalian tau, move on itu susah. Bahkan bisa dibilang mustahil. Kok bisa? Bagi yang baru patah hati, bisa dicoba beberapa tips move on berikut. Tapi gue nggak yakin berhasil. Check it out..

Jumat, 02 Oktober 2015

Tentang Bersyukur



    Pernah nggak kalian liat kerajinan gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

Rabu, 23 September 2015

Tahu Diri Sebelum Membully

    Seorang ibu dibawa ke sebuah Rumah Sakit Jiwa. Dia diantar oleh suami dan anaknya. Saat sampai di rumah sakit itu, si ibu meronta dan berteriak,”Lepaskan saya!! Saya tidak gila!! Suami dan anak saya yang gila!!” Sang suami dan anaknya hanya bisa menangis melihat itu. Para petugas memegang si ibu dan menyuntikkan obat bius agar si ibu tenang. Bayangkan jika si ibu datang ke rumah sakit itu dengan tenang, trus senyum ke petugasnya, trus bilang gini, “Saya gila pak, tolong rawat saya.” Pasti ntar para petugas langsung mikir, “Ini ibu gila beneran atau cuma akting sih?”. Secara nggak ada orang gila yang sadar bahwa dia gila. Kalo pun ada, itu hanya ada di sinetron.


    Nah, sekarang gue mau nyinggung cerita lain. Bulan kemarin ada peristiwa di Jogja yang lumayan menghebohkan jagad sosmed. Itu lho, yang ada orang dengan gagah berani pantang menyerah menghadang rombongan moge yang dikawal polisi karena nerobos lampu merah. Rombongan moge merasa benar karena mereka dikawal polisi. Tapi mas-mas-yang-menghadang-ini (namanya mas Elanto kalo nggak salah) beranggapan bahwa seharusnya rombongan ini harus patuh aturan lalu lintas walaupun dikawal polisi. Soalnya rombongan ini bukan rombongan negara, atau sesuatu yang urgent seperti ambulans, pemadam kebakaran, mobil jenazah, dsb. Akibatnya, mas-mas-yang-menghadang-ini sempat dibentak-bentak sama bapak-bapak berkumis sangar (yang ini gue nggak tau namanya).

Jumat, 31 Juli 2015

Menghadapi Rasa Kehilangan

     Minggu kemarin gue baca satu cerita di Kaskus. Judulnya Dia..Dia..Dia..Sempurna. Ceritanya tentang seorang cowok bernama Deni dari mulai dia masuk SMA sampai sekarang dia udah jadi orang yang mapan. Pada cerita ini, dikisahkan Deni disukai banyak cewek. Tapi hanya ada dua tokoh cewek sentral di cerita ini yaitu Oliv dan Oca. Mereka sama-sama suka Deni tapi sama-sama digantungin juga karena Deni nggak bisa milih salah satu dari mereka. Dia sayang keduanya dan nggak mau salah satu sakit hati. Hingga akhirnya Deni bisa bener-bener milih dan pilihannya jatuh pada Oca. Yah, di cerita ini memang Oca digambarkan sebagai sosok yang setia nunggu walau digantungin selama hampir 10 tahun. Namun sayangnya saat Deni udah memutuskan memilih Oca, ternyata kondisi Oca sedang sakit parah dan akhirnya meninggal sebulan sebelum mereka menikah. Kalo yang mau lihat cerita lengkapnya bisa kalian baca disini.

Jumat, 24 Juli 2015

Aku, Kamu, dan Long Distance Relationship



   

   Sanji dan Violla adalah sepasang kekasih yang sedang menjalani LDR. Sejak setahun lalu, Violla pergi jualan mie lidi ke Ukraina. Katanya untuk merubah nasib. Sedangkan Sanji harus bertahan di Indonesia karena sudah terikat kontrak jadi cleaning service bandara Soekarno Hatta. Dia bertugas ngepel landasan pacu pesawat disana. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Mereka masih sering chat, telpon-telponan, atau video call via Skype. Namun karena jarak dan zona waktu yang berbeda, komunikasi mereka menjadi agak berkurang. Kadang Violla baru pulang kerja mau hubungi Sanji, eh Sanjinya udah tidur. Pas Sanji bangun, giliran Violla yang masih nyenyak di kasur. Namun mereka selalu pegang komitmen untuk bersama.

Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Dalam Perbedaan, Mungkinkah?

...Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu...

     Joseph dan Aisyah adalah teman semasa SMA. Setelah lama dekat, mereka akhirnya jadian. Mereka punya latar belakang yang berbeda dan saling melengkapi. Joseph adalah seorang aktivis gereja yang pintar namun sedikit pemalu. Sedangkan Aisyah adalah seorang wakil ketua majelis taklim yang supel dan periang. Yah, mereka memang berbeda kepercayaan. Dan itu tidak menghalangi kebersamaan mereka. Namun sedikit demi sedikit masalah mulai muncul. Pandangan skeptis orang di sekitar, tentangan keluarga, hingga godaan orang ketiga datang menguji kebersamaan mereka. Namun dengan keteguhan hati, mereka dapat melalui semua itu. Orang-orang mulai bisa menerima hubungan mereka. Keluarga akhirnya mendukung juga. Dan karena mereka semakin dekat, orang ketiga pun enggan mengganggu mereka. Hingga akhirnya sudah hampir 10 tahun mereka berpacaran dan berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih jauh. Mereka ingin menikah. Di sinilah masalah yang lebih pelik terjadi. Walaupun orang tua sudah merestui, namun mereka kesulitan untuk melakukan pernikahan. Jika mereka ingin bersatu, maka salah satu harus mengalah. Mereka memang saling mencintai, namun mereka pun tidak bisa meninggalkan kepercayaan mereka. Mereka beberapa kali putus nyambung karena hal ini. Namun kisah mereka ibarat menonton sebuah film atau membaca buku novel. Berapa kalipun mengulang menonton atau membaca, ending yang didapat akan sama saja. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah walau berat. Dan 10 tahun hubungan mereka berakhir. Nah, siapa yang salah kalau udah begini? Mari kita renungkan..


     Menurut gue pribadi, dalam suatu agama, setiap perintah dan aturan adalah mutlak hukumnya. Tuhan adalah sempurna, oleh sebab itu kita sebagai umatnya pun harus mengikuti ajarannya sesempurna mungkin agar lebih dekat dengan-Nya. Kita wajib menjalani setiap perintah Tuhan tanpa ada cela, karena setiap penyimpangan adalah dosa. Bagaimana dengan kasus di atas? Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Jika melihat pada peraturan agama, ada beberapa hal yang ditekankan.

Senin, 15 Juni 2015

Hal Kecil Yang Bisa Menjadi Luar Biasa



Dalam salah satu penjelajahannya menuju Dunia Baru, Christoper Columbus menemukan satu pohon yang sangat aneh. Waktu itu salah satu pasukannya terkena biji pohon itu. Rasanya seperti ditimpuk batu. Saking marahnya, dia membacok pohon itu dengan pedang dan pohon itu mengeluarkan getah seperti orang menangis. Ya, itu adalah pohon karet. Orang Indian menyebutnya caoutchouc yang artinya kayu yang menangis. Para penemu pohon itu menemukan fakta bahwa getah pohon itu bisa dipanen dan dibiarkan mengeras untuk menghapus (rub out) tulisan pensil. Dari sinilah didapatkan nama “rubber”.

Pohon karet
Tahun 1830-an, mereka menemukan fakta baru. Ternyata karet tahan terhadap suhu yang sangat rendah apabila kandungan belerangnya dibersihkan. Semakin hari kegunaan karet semakin banyak dan permintaannya semakin meningkat. Dan sekarang karet merupakan salah satu komoditi terbesar di dunia.

Kamis, 28 Mei 2015

Susahnya Jadi Anak IT

    Gue orangnya random. Dulu sekolah STM jurusan Otomotif, kuliah jurusan Informatika, pernah kerja jadi operator casting velg, trus jadi mekanik industri garment, dan sekarang jadi teknisi alat survey pemetaan. Kalo dilihat sekilas emang nggak nyambung antara basic pendidikan gue dengan kerjaan yang gue tekuni. Mungkin ntar  gue mau S2 Manajemen biar nggak nyambung lagi. Walaupun nggak nyambung, tapi gue yakin, Tuhan punya rencana dibalik semua itu.


    Disini gue nggak bakal bahas tentang absurbnya hal tadi. Tapi gue mau bahas status gue sebagai lulusan IT. Ya, gue lulus dari salah satu universitas di Semarang dengan gelar S.Kom (Sarjana Komedi). Sebagai anak IT, pasti orang beranggapan bahwa gue adalah orang yang "jago" dengan semua yang berbau komputer. Kadang ada permintaan aneh-aneh dari temen atau saudara yang minta tolong kepada gue. Padahal, gue juga bukan "dewa" yang bisa mengatasi semua masalah. Nah, berikut beberapa hal aneh yang pernah gue alami.

Kamis, 21 Mei 2015

Budaya, Sesuatu yang Mulai Ditinggalkan

    Kemarin gue pergi ke Jogja untuk urusan kerjaan. Gue pergi ke salah satu kampus terbesar di kota Jogja. Ya, gue ke UGM. Selama ini selain dikenal sebagai kota pelajar, Jogja juga dikenal sebagai kota budaya. Kota yang masih memegang teguh adat budaya dari para pendahulunya.Tapi gue sempat sedikit heran. Kebanyakan para mahasiswa disana jarang ada yang menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi dengan temannya. Padahal setau gue, orang Jogja masih banyak yang menggunakan bahasa Jawa yang halus. Kalo orang Jawa nyebutnya bahasa "kromo inggil". Tapi gue juga mikir, mungkin nggak semua orang disana adalah orang Jawa, jadi wajar mereka nggak pake bahasa Jawa.


    Nah, waktu balik ke Semarang, gue sempat mampir ke sebuah warung angkringan di daerah Ambarawa. Sambil menikmati teh manis panas dan beberapa jajanan yang ada, gue dan temen gue istirahat sebentar di warung itu. Setelah cukup melepas lelah, temen gue mau membayar jajanan yang kami nikmati tadi.

Kamis, 07 Mei 2015

Mitos : Antara Percaya Atau Tidak

Dini hari tadi ada pertandingan bola antara Barcelona lawan Bayern Muenchen. Pertandingan yang akhirnya dimenangkan Barcelona dengan skor 3-0. Sebagai fans Barca, gue udah pasti harus nonton dong. Gue harus support Barca walaupun hanya lewat layar kaca. Tapi karena malemnya gue pulang telat, alhasil gue bangun buat nonton saat kedudukan udah 2-0 dan pertandingan tinggal tersisa 5 menit lagi dari waktu normal. Ditambah injury time 4 menit, jadi gue cuma nonton total 9 menit doang. Padahal malemnya gue udah bela-belain beli jersey baru buat nonton. Fans macam apa gue ini? #fansgadungan #fanskarbitan #fansabalabal

Messi vs Neuer

Jumat, 24 April 2015

Hal Sepele yang Bisa Menyatukan Kita

One Piece

Minggu kemarin gue abis dinas ke kantor pusat di Jakarta. Gue training selama seminggu disana. Suatu malam gue sama temen-temen dari cabang lain jalan-jalan ke Pasar Baru di daerah Jakarta Pusat. Waktu itu gue pake kaos gambar lambang bajak laut Trafalgar Law, salah satu karakter di serial One Piece. Kalo kalian nggak tau, kayak gini nih kira-kira kaos yang gue pake.

Jumat, 10 April 2015

Kekeluargaan Dalam Sebuah Persahabatan

"I don't have friends, I got family.."

    Sepotong dialog dalam film Furious 7 ini begitu penuh makna. Kadang seorang teman atau sahabat yang udah deket banget bisa kita anggap sebagai saudara sendiri. Dan saat sosok "saudara" itu pergi, pasti meninggalkan kenangan yang mendalam dalam diri kita.

Furious 7

Kamis, 26 Maret 2015

Pentingnya Sebuah Privasi

    Pagi ini gue lihat salah satu portal berita di internet. Di situ tertulis kalo Zayn Malik resmi keluar dari One Direction. Berita ini mengejutkan banyak pihak, khususnya Directioners garis keras. Mungkin mereka bakalan nangis tiga hari tiga malem bacanya. Setelah sempat absen di dua konser di Manila dan Jakarta akibat stres, akhirnya si Zayn menyatakan mundur dari 1D. Padahal dia lagi sukses-suksesnya lho. Tampan, kaya, terkenal, punya pacar cantik, tapi ada satu hal yang dia rindukan. PRIVASI!!

Zayn Malik

Selasa, 17 Maret 2015

Belajar dari Tukang Parkir

    Beberapa waktu lalu seorang temen gue mampir ke sebuah rumah makan soto. Saat hampir sampai tempatnya, dari kejauhan ada tukang parkir yang langsung membantu menyeberangkan mobilnya karena kebetulan rumah makan itu ada di sebelah kanan jalan. Sang tukang parkir dengan sigap memberhentikan kendaraan dari arah berlawanan sehingga mobil temen gue bisa menyeberang dengan lancar kemudian membantu parkir hingga posisi yang nyaman dan tidak mengganggu kendaraan lain. Saat sedang makan soto, sesekali temen gue melihat ke arah mobilnya, kali-kali aja berubah jadi Ferari atau Lamborgini. Tapi apa yang dia lihat? Dia melihat tukang parkir itu mengelap kaca mobilnya yang udah berdebu tebal kayak bedaknya cabe-cabean, hingga bersih mengkilap. Bahkan beberapa kali juga membersihkan kap mobil dari daun-daun yang berjatuhan dari pohon yang ada di depan rumah makan itu. 

Tukang parkir gahool..
   

Kamis, 12 Maret 2015

Toleransi : Apakah Masih Ada?

"Bumi ini sangat kecil dibandingkan alam semesta. Dan kau, dengan duduk di bumi kecil ini, tempat ini, jalanan ini... Mengatakan kau ingin melindungi Tuhan yang menciptakan alam semesta? Dia tak butuh perlindunganmu. Dia bisa melindungi diri-Nya sendiri."

    Itu adalah sepenggal dialog dari sebuah film yang abis gue tonton. Judulnya PK, sebuah film India yang menurut gue unik. Banyak pelajaran yang bisa diambil, tapi ada juga hal-hal yang absurd. Yah, namanya juga film. Sebenernya gue ga begitu suka film India. Tapi ga tau kenapa gue tertarik sama ni film. Ceritanya unik, ada unsur komedinya dan menyindir kita sebagai umat beragama. Wajar kalo katanya film ini sampai diprotes oleh kalangan pemuka agama di India. Aamir Khan yang jadi peran utamanya juga cocok banget memerankan tokoh PK.

Senin, 09 Maret 2015

Menekuni Hobi

    Jaman kecil dulu, gue ga punya hobi yang tetap. Seminggu hobi sepedaan, seminggu kemudian hobi main gundu, dan seminggu kemudian hobi beternak lele. Maklum, jaman dulu gue masih labil. Masih terpengaruh sama yang namanya sesuatu-yang-lagi-tren-di-sekolah. Dari semua hobi yang dulu gue tekuni, ga ada satu pun yang bertahan lama. Anak kecil memang cepet bosen, tapi hidup penuh dengan warna.
    Akibat kelabilan gue semasa kecil, setelah dewasa gue pun berpindah dari hobi yang satu ke hobi yang lain. Main musik, nonton film, kuliner, dsb. Sampai akhirnya sekarang gue lagi menekuni hobi sebagai Gunpla builder. Setelah bergelut dengan action figure, gue mulai bosan. Kenapa? Mungkin karena posenya yang ga bisa dinamis. Dan beralihlah gue ke mainan yang bernama : Gundam!!