Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Oktober 2015

Patah Hati Berjuta Rasanya

    Patah hati. Bagi yang pernah pacaran lebih dari sekali, pasti pernah ngerasain yang namanya patah hati. Kecuali kalian baru pertama kali pacaran dan lagi anget-angetnya atau emang dari lahir sampe sekarang belum pernah pacaran sama sekali. Tapi percayalah wahai para jomblo, lebih baik jadi jones daripada ngerasain yang namanya patah hati. #allhailjones

    Patah hati itu sakit, nyesek, bawaannya galau, trus dikit-dikit baper. Dan yang paling ngeselin, orang-orang sekitar pasti cuma bisa ngasih saran, puk-puk, prihatin, bahkan malah ada yang ngejekin. Mereka nggak tau sakitnya patah hati itu. Paling mereka cuma bisa bilang “Move on dong!!” dan menganggap masalah selesai. Padahal asal kalian tau, move on itu susah. Bahkan bisa dibilang mustahil. Kok bisa? Bagi yang baru patah hati, bisa dicoba beberapa tips move on berikut. Tapi gue nggak yakin berhasil. Check it out..

Jumat, 02 Oktober 2015

Tentang Bersyukur



    Pernah nggak kalian liat kerajinan gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Dalam Perbedaan, Mungkinkah?

...Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu...

     Joseph dan Aisyah adalah teman semasa SMA. Setelah lama dekat, mereka akhirnya jadian. Mereka punya latar belakang yang berbeda dan saling melengkapi. Joseph adalah seorang aktivis gereja yang pintar namun sedikit pemalu. Sedangkan Aisyah adalah seorang wakil ketua majelis taklim yang supel dan periang. Yah, mereka memang berbeda kepercayaan. Dan itu tidak menghalangi kebersamaan mereka. Namun sedikit demi sedikit masalah mulai muncul. Pandangan skeptis orang di sekitar, tentangan keluarga, hingga godaan orang ketiga datang menguji kebersamaan mereka. Namun dengan keteguhan hati, mereka dapat melalui semua itu. Orang-orang mulai bisa menerima hubungan mereka. Keluarga akhirnya mendukung juga. Dan karena mereka semakin dekat, orang ketiga pun enggan mengganggu mereka. Hingga akhirnya sudah hampir 10 tahun mereka berpacaran dan berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih jauh. Mereka ingin menikah. Di sinilah masalah yang lebih pelik terjadi. Walaupun orang tua sudah merestui, namun mereka kesulitan untuk melakukan pernikahan. Jika mereka ingin bersatu, maka salah satu harus mengalah. Mereka memang saling mencintai, namun mereka pun tidak bisa meninggalkan kepercayaan mereka. Mereka beberapa kali putus nyambung karena hal ini. Namun kisah mereka ibarat menonton sebuah film atau membaca buku novel. Berapa kalipun mengulang menonton atau membaca, ending yang didapat akan sama saja. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah walau berat. Dan 10 tahun hubungan mereka berakhir. Nah, siapa yang salah kalau udah begini? Mari kita renungkan..


     Menurut gue pribadi, dalam suatu agama, setiap perintah dan aturan adalah mutlak hukumnya. Tuhan adalah sempurna, oleh sebab itu kita sebagai umatnya pun harus mengikuti ajarannya sesempurna mungkin agar lebih dekat dengan-Nya. Kita wajib menjalani setiap perintah Tuhan tanpa ada cela, karena setiap penyimpangan adalah dosa. Bagaimana dengan kasus di atas? Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Jika melihat pada peraturan agama, ada beberapa hal yang ditekankan.