Pernah nggak kalian liat kerajinan
gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang
itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat
pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak
usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah
sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa
berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang
enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan
jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air
panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan
gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di
tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena
perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran
masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam
membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya
sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.
