Pernah nggak kalian liat kerajinan
gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang
itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat
pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak
usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah
sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa
berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang
enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan
jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air
panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan
gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di
tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena
perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran
masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam
membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya
sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.
Analoginya sama dengan manusia.
Tuhan menciptakan manusia dengan maksud yang berbeda-beda. Ada yang diciptakan
jadi direktur, jadi karyawan, jadi kuli bangunan, jadi tukang parkir, jadi
artis, dsb. Prosesnya juga sama, manusia dibuat dari tanah, dibentuk, dan “dibakar”
dalam konteks diuji hingga siap secara mental. Coba kalian bayangkan kalo semua
orang jadi direktur, trus siapa yang bakal kerja? Kalo semua orang jadi tukang
parkir, trus yang mau diparkirin kendaraannya siapa? Kalo semua orang jadi
presiden, trus yang mau dipimpin siapa? Manusia punya peran masing-masing.
Punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tuhan punya rencana sendiri atas hidup kita. Sama seperti kerajinan tadi. Kalo
seumpama si pengrajin membuat vas bunga semua, trus yang buat tempat air di
dapur siapa? Vas bunga nggak punya bakat buat jadi penampungan air dalam jumlah
besar.
Semalem gue ketemu sama salah
satu bokapnya temen gue. Namanya Pak Sugeng Pranotodewo. Keren ya namanya? Dia
cerita kalo ada temennya yang ganteng, tapi minder kalo deketin cewek. Trus ada
lagi temennya yang wajahnya pas-pasan, tapi kalo masalah PDKT ma cewek paling
juara. Dari cerita itu gue belajar satu hal. Kita nggak perlu minder akan
kekurangan diri kita. Cukup maksimalkan apa yang kita punya. Contohlah mas-mas-yang-berwajah-kurang-tampan
di cerita tadi. Dia nggak ganteng, tapi dia bisa memaksimalkan potensi dirinya
untuk PDKT cewek. Trus kenapa mas-mas yang ganteng yang punya potensi wajah
lebih bagus harus minder? Sama dengan kerajinan gerabah lagi. Gentong emang
gendut, nggak populer, nggak keren. Tapi kalo orang disuruh milih antara vas
bunga dan gentong menurut fungsinya, gue yakin banyak yang milih gentong.
Gentong lebih berguna dalam keseharian kehidupan kita dibanding vas bunga yang
hanya buat pajangan.
Intinya, mari kita lebih banyak
bersyukur akan hidup kita. Berusaha untuk hidup yang lebih baik itu wajib, tapi
jangan lupa bersyukur akan apa yang kita dapat sekarang. Saat kita selalu
melihat ke atas, kita nggak akan pernah puas. Sekali-kali lihatlah ke bawah,
agar kita bisa belajar bersyukur. Kalo kalian cuma punya motor sedangkan
gebetan kalian lebih milih yang naik mobil, jangan minder. Kalo tampang kalian
biasa saja sedangkan gebetan kalian milih yang lebih cakep, jangan minder. Kalo
kalian hanya karyawan biasa sedangkan gebetan kalian lebih milih seorang
maager, jangan minder. Tetap bersyukur dengan keadaan kalian dan yakin kalian
akan mendapatkan yang lebih baik. Vas bunga dengan kemewahannya juga nggak
selalu diisi bunga asli. Kadang hanya diisi bunga plastik yang palsu. Sama
dengan orang-orang yang hidup hanya berdasar kemewahan juga kadang hanya
mendapat cinta yang palsu. Berbeda dengan gentong, rasanya agak janggal jika
pemiliknya mengisinya dengan air kotor. Gentong akan diisi dengan air yang
bersih. Jika kalian merasa seperti gentong yang mungkin nggak famous, yakinlah
bahwa Tuhan sudah menyediakan “air bersih” yang akan tulus mencintai kalian
dengan segala keadaan kalian saat ini. Indeed.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar