...Kita adalah sepasang
sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu...
Selalu bersama tak bisa bersatu...
Joseph dan Aisyah adalah
teman semasa SMA. Setelah lama dekat, mereka akhirnya jadian. Mereka
punya latar belakang yang berbeda dan saling melengkapi. Joseph
adalah seorang aktivis gereja yang pintar namun sedikit pemalu.
Sedangkan Aisyah adalah seorang wakil ketua majelis taklim yang supel
dan periang. Yah, mereka memang berbeda kepercayaan. Dan itu tidak
menghalangi kebersamaan mereka. Namun sedikit demi sedikit masalah
mulai muncul. Pandangan skeptis orang di sekitar, tentangan keluarga,
hingga godaan orang ketiga datang menguji kebersamaan mereka. Namun
dengan keteguhan hati, mereka dapat melalui semua itu. Orang-orang
mulai bisa menerima hubungan mereka. Keluarga akhirnya mendukung
juga. Dan karena mereka semakin dekat, orang ketiga pun enggan
mengganggu mereka. Hingga akhirnya sudah hampir 10 tahun mereka
berpacaran dan berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang
lebih jauh. Mereka ingin menikah. Di sinilah masalah yang lebih pelik
terjadi. Walaupun orang tua sudah merestui, namun mereka kesulitan
untuk melakukan pernikahan. Jika mereka ingin bersatu, maka salah
satu harus mengalah. Mereka memang saling mencintai, namun mereka pun
tidak bisa meninggalkan kepercayaan mereka. Mereka beberapa kali
putus nyambung karena hal ini. Namun kisah mereka ibarat menonton
sebuah film atau membaca buku novel. Berapa kalipun mengulang
menonton atau membaca, ending yang didapat akan sama saja. Sampai
akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah walau berat. Dan 10 tahun
hubungan mereka berakhir. Nah, siapa yang salah kalau udah begini?
Mari kita renungkan..
Menurut gue pribadi,
dalam suatu agama, setiap perintah dan aturan adalah mutlak hukumnya.
Tuhan adalah sempurna, oleh sebab itu kita sebagai umatnya pun harus
mengikuti ajarannya sesempurna mungkin agar lebih dekat dengan-Nya.
Kita wajib menjalani setiap perintah Tuhan tanpa ada cela, karena
setiap penyimpangan adalah dosa. Bagaimana dengan kasus di atas?
Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Jika melihat pada peraturan
agama, ada beberapa hal yang ditekankan.
