Gue orangnya random. Dulu sekolah STM jurusan Otomotif, kuliah jurusan Informatika, pernah kerja jadi operator casting velg, trus jadi mekanik industri garment, dan sekarang jadi teknisi alat survey pemetaan. Kalo dilihat sekilas emang nggak nyambung antara basic pendidikan gue dengan kerjaan yang gue tekuni. Mungkin ntar gue mau S2 Manajemen biar nggak nyambung lagi. Walaupun nggak nyambung, tapi gue yakin, Tuhan punya rencana dibalik semua itu.
Disini gue nggak bakal bahas tentang absurbnya hal tadi. Tapi gue mau bahas status gue sebagai lulusan IT. Ya, gue lulus dari salah satu universitas di Semarang dengan gelar S.Kom
1. Master Reparasi
Yah, inilah masalah utama jadi anak IT. Orang lain menganggap anak IT sama seperti tukang reparasi. Ada komputer rusak, minta tolong. Ada flshdisk rusak, suruh benerin. Laptopnya lemot, minta tolong lagi. Handphone ngehang, nanya juga. Kadang malah pernah ada instalasi listrik yang rusak, nanya ke gue juga. Padahal, gue juga nggak pinter-pinter amat lah. Dulu aja waktu motherboard laptop gue terbakar, gue juga nggak bisa ngapa-ngapain. Cuma bisa pasrah. Jadi mohon dicatat, anak IT bukanlah tukang reparasi komputer atau listrik.
2. Brosur Berjalan
Setiap ada teman atau saudara yang mau beli komputer, laptop atau handphone, pasti langsung nanya. Merk ini bagus nggak? Speknya handphone ini apa? Laptop yang murah yang mana? Lah, mana gue tau? Gue bukan tukang jualan online shop yang dengan sabar ngasih tau semua spek dan harga jualannya. Kadang gue juga heran, banyak orang yang hobby social media, tapi belum paham sepenuhnya kegunaan internet. Kenapa sih nggak cari di Google? Pasti hasilnya lebih akurat daripada tanya ma gue.
3. Hacker
Ini juga satu hal yang rancu. Orang biasanya nganggap kalo orang IT itu pasti bisa jadi hacker. Dan banyak orang yang dengan polosnya datang ke gue dan bertanya "Mas, bisa hack facebook ini nggak?". Gue cuma bisa jedot-jedotin kepala gue ke tembok sampai amnesia. Please deh, jadi hacker itu ada ilmu khususnya dan nggak semua orang IT belajar hal itu. Apakah mereka pikir jadi hacker itu tinggal klik-klik trus berhasil gitu? Sayangnya hidup nggak semudah itu kawan.
4. Gudang Software
"Mas, punya master Windows 8.1 nggak? Sekalian instalin Office, Adobe, Corel, MPC, antivirus, Firefox, Winamp, ma game-game yang HD ya. Tapi jangan yang trial, sekalian sama cracknya. Makasih"
Hm, enteng banget ya mintanya? Mungkin mereka pikir semua software itu gratis trus anak IT pasti punya. Nggak mudah buat ngumpulin software-software kayak gitu bro. Butuh dana yang nggak sedikit buat beli yang original, atau nyogok teman biar dikasih, atau beli kuota untuk download bajakannya. Dan perlu kalian ingat, nggak semua software bajakan bisa dicrack dengan mudah. Butuh perjuangan juga.
5. Dewa Dunia Informatika
Kadang orang awam menganggap bahwa orang IT pasti paham semua seluk beluk dunia informatika. Dari pemrograman, jaringan, hardware, software, sampai desain grafis. Sayangnya kebanyakan orang IT nggak se"dewa" itu. Sebenernya anak IT sendiri juga punya spesialisasi masing-masing,
karena ilmu IT terlalu luas untuk dipelajari semua. Ada Database,
Software Development, Technical Support, Networking, macem-macem. Kalo semua harus dikuasai? Pusing pala barbie lah. Jadi jangan tuntut kami bisa semua hal, dari buatin akun Facebook, konekin internet, benerin jaringan, ngehack NASA, atau membobol operator seluler. Itu udah kelewatan namanya.
Nah, itu beberapa pengalaman gue sebagai anak IT. Bagi kalian yang mau share, jangan malu-malu untuk keluarin uneg-uneg kalian. Anak IT juga manusia biasa kok. Kami hanya bisa membantu sesuai kemampuan kami saja. Pastinya dengan bantuan Tuhan dan Google. Hidup Google!!






Tidak ada komentar:
Posting Komentar