Tampilkan postingan dengan label elanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elanto. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2015

Tahu Diri Sebelum Membully

    Seorang ibu dibawa ke sebuah Rumah Sakit Jiwa. Dia diantar oleh suami dan anaknya. Saat sampai di rumah sakit itu, si ibu meronta dan berteriak,”Lepaskan saya!! Saya tidak gila!! Suami dan anak saya yang gila!!” Sang suami dan anaknya hanya bisa menangis melihat itu. Para petugas memegang si ibu dan menyuntikkan obat bius agar si ibu tenang. Bayangkan jika si ibu datang ke rumah sakit itu dengan tenang, trus senyum ke petugasnya, trus bilang gini, “Saya gila pak, tolong rawat saya.” Pasti ntar para petugas langsung mikir, “Ini ibu gila beneran atau cuma akting sih?”. Secara nggak ada orang gila yang sadar bahwa dia gila. Kalo pun ada, itu hanya ada di sinetron.


    Nah, sekarang gue mau nyinggung cerita lain. Bulan kemarin ada peristiwa di Jogja yang lumayan menghebohkan jagad sosmed. Itu lho, yang ada orang dengan gagah berani pantang menyerah menghadang rombongan moge yang dikawal polisi karena nerobos lampu merah. Rombongan moge merasa benar karena mereka dikawal polisi. Tapi mas-mas-yang-menghadang-ini (namanya mas Elanto kalo nggak salah) beranggapan bahwa seharusnya rombongan ini harus patuh aturan lalu lintas walaupun dikawal polisi. Soalnya rombongan ini bukan rombongan negara, atau sesuatu yang urgent seperti ambulans, pemadam kebakaran, mobil jenazah, dsb. Akibatnya, mas-mas-yang-menghadang-ini sempat dibentak-bentak sama bapak-bapak berkumis sangar (yang ini gue nggak tau namanya).