Segerombolan
kuda lagi makan rumput di sebuah sabana yang luas. Tiba-tiba datang seekor
harimau mengintai mereka. Seekor harimau lapar yang mungkin udah seminggu nggak
makan. Trus harimau itu berlari menghampiri kawanan kuda tadi. Kawanan kuda
yang lagi makan tadi langsung histeris panik. Tapi mereka nggak bodoh. Mereka
membentuk lingkaran dengan posisi kepala di dalam lingkaran dan ekor di luar
lingkaran. Bisa ngebayangin kan? Setiap harimau itu mendekat, mereka langsung
menendang jauh harimau itu. Dengan teknik ini, harimau jadi susah mau memangsa
mereka. Yang ada malah badannya sakit semua kena tendang. Si harimau kemudian
bertanya pada kawanan kuda itu : "Formasi yang bagus, ide siapa
nih?". Para kuda itu mulai berdebat siapa yang punya ide formasi ini.
Saling klaim dan bertengkar. Hingga akhirnya mereka lupa, formasi mereka sudah
pecah dan harimau dengan mudahnya memangsa mereka.
![]() |
| Oke, ini singa dan zebra, bukan harimau dan kuda. Tapi kira-kira kayak gini cara nendangnya.. |
Kalo gue liat,
kasus ini kayak yang sedang kita alami di negara ini. Kita kayak kawanan kuda
yang gampang di pecah belah. Banyak hal yang dengan mudahnya memecah belah
kita. Politik, agama, suku, ras, hobi, gosip, artis idola, atau bahkan
sepakbola. Mau tau contohnya? Misal di bidang politik. Kalo ada suatu hal yang
kesannya bagus, semua pasti saling klaim.
A : "Liat
nih hasil kerja pemimpin pilihan gue, keren kan?"
B : "Alah,
ini kan idenya pemimpin pilihan gue. Pilihan lo cuma copy paste aja."
A : "Tapi
pemimpin pilihan lo cuma bisa wacana doang, nggak bisa ngerjainnya."
B : "Jaga
mulut lo, kalo nggak ada pemimpin pilihan gue, pemimpin pilihan lo emang bisa mikir sampe
sejauh ini?"
Dan kemudian
mereka ribut dan ngambang di kali.
Tapi kalo ada
hal yang buruk terjadi, mereka pasti akan saling menyalahkan.
B : "Tuh
kan, apa gue bilang. Pemimpin pilihan lo emang nggak becus kerjanya. Nggak mikirin
rakyat!"
A : "Kerja
baru sebentar, masa mau langsung dapet hasil yang bagus? Semua butuh
proses!!"
B : "Ah
alesan aja, bilang aja emang kerjanya nggak bisa bener. Cupu!! Coba kalo
pemimpin pilihan gue yang menjabat, pasti beres semua dengan cepat."
A : "Nggak
mungkin!! Pemimpin pilihan lo mana bisa ngerjain kayak gini?"
Dan mereka ribut
lagi dan ngambang di kali (lagi).
Itu baru contoh
kecil aja. Coba aja cek di berita-berita atau social media. Perdebatan karena
agama? Banyak. Berdebat tentang artis idola? Jangan tanya deh. Debat tentang
bola? Bahkan ada yang sampe tawuran. Padahal sebenernya kita bisa membangun
bangsa ini walau beda pandangan politik. Bisa saling rukun walau beda agama.
Bisa saling berbagi walau ras kita berbeda. Bisa bangga menjadi orang Indonesia
walau suku kita beda.
Apa susahnya sih
menghormati pemimpin yang sekarang tanpa harus mencelanya? Kalo bagus, mari
kita dukung. Kalo ada salah, kritiklah dengan santun. Jangan hanya kritik tanpa
memberikan solusi. Apa susahnya saling menghormati antar agama? Agama
itu hak masing-masing. Kalo kita berbuat buruk sebagai umat beragama, bukankah
itu malah jadi cap jelek bagi agama kita? Trus apa susahnya saling menghormati
orang dengan ras atau suku yang berbeda? Kita diciptakan Tuhan tuh nggak bisa
milih jadi suku ini dan ras itu. Semua itu udah direncanakan Tuhan, dan rencana
Tuhan pasti yang terbaik. Kalo kalian saling menghina dan membenci karena
perbedaan ras dan suku, bukannya sama artinya kalian menghina dan membenci
rencana Tuhan? What the ...??
Nah, sama kayak
cerita tadi. Sebenernya kalo kita nggak bisa bersatu dan saling menghormati,
yang ambil keuntungan pasti pihak lain. Mungkin negara lain akan senang
melempar sebuah opini yang memecah belah kita. Trus ujung-ujungnya mereka yang
untung kalo kita udah terpecah. Mereka bisa menguras kekayaan alam kita,
mengeklaim budaya kita, atau bahkan membuat kita jadi terlihat rendah di mata
dunia.
Entahlah,
mungkin opini gue agak berlebihan. Tapi gue yakin, bersatu dan saling
menghormati itu nggak bikin rugi kok. Selama itu masih dalam konteks hal yang
positif. Sama kayak kawanan kuda tadi. Seandainya mereka tidak berdebat,
mungkin formasi mereka masih berjalan dengan baik. Mungkin mereka masih bisa
selamat dan nggak jadi dimakan harimau. Dan mungkin si harimau akan
menyerah dan pergi. Sama seperti kita. Jika kita mau bersatu dan saling
menghormati, mungkin kerukunan itu bisa tercapai. Mungkin nggak akan ada
konflik berdarah atau semacamnya. Dan mungkin negara ini bisa lebih maju dari
sekarang.
Sekali lagi gue tekankan, bersatu itu indah. Apalagi yang bersatu itu "aku" dan "kamu", dan bersatunya di pelaminan. #eeaa #curcol


Tidak ada komentar:
Posting Komentar