Rabu, 13 April 2016

Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Galau


    Segerombolan kuda lagi makan rumput di sebuah sabana yang luas. Tiba-tiba datang seekor harimau mengintai mereka. Seekor harimau lapar yang mungkin udah seminggu nggak makan. Trus harimau itu berlari menghampiri kawanan kuda tadi. Kawanan kuda yang lagi makan tadi langsung histeris panik. Tapi mereka nggak bodoh. Mereka membentuk lingkaran dengan posisi kepala di dalam lingkaran dan ekor di luar lingkaran. Bisa ngebayangin kan? Setiap harimau itu mendekat, mereka langsung menendang jauh harimau itu. Dengan teknik ini, harimau jadi susah mau memangsa mereka. Yang ada malah badannya sakit semua kena tendang. Si harimau kemudian bertanya pada kawanan kuda itu : "Formasi yang bagus, ide siapa nih?". Para kuda itu mulai berdebat siapa yang punya ide formasi ini. Saling klaim dan bertengkar. Hingga akhirnya mereka lupa, formasi mereka sudah pecah dan harimau dengan mudahnya memangsa mereka.


Oke, ini singa dan zebra, bukan harimau dan kuda. Tapi kira-kira kayak gini cara nendangnya..

    Kalo gue liat, kasus ini kayak yang sedang kita alami di negara ini. Kita kayak kawanan kuda yang gampang di pecah belah. Banyak hal yang dengan mudahnya memecah belah kita. Politik, agama, suku, ras, hobi, gosip, artis idola, atau bahkan sepakbola. Mau tau contohnya? Misal di bidang politik. Kalo ada suatu hal yang kesannya bagus, semua pasti saling klaim.

A : "Liat nih hasil kerja pemimpin pilihan gue, keren kan?"
B : "Alah, ini kan idenya pemimpin pilihan gue. Pilihan lo cuma copy paste aja."
A : "Tapi pemimpin pilihan lo cuma bisa wacana doang, nggak bisa ngerjainnya."
B : "Jaga mulut lo, kalo nggak ada pemimpin pilihan  gue, pemimpin pilihan lo emang bisa mikir sampe sejauh ini?"

Dan kemudian mereka ribut dan ngambang di kali. 

Tapi kalo ada hal yang buruk terjadi, mereka pasti akan saling menyalahkan.

B : "Tuh kan, apa gue bilang. Pemimpin pilihan lo emang nggak becus kerjanya. Nggak mikirin rakyat!"
A : "Kerja baru sebentar, masa mau langsung dapet hasil yang bagus? Semua butuh proses!!"
B : "Ah alesan aja, bilang aja emang kerjanya nggak bisa bener. Cupu!! Coba kalo pemimpin pilihan gue yang menjabat, pasti beres semua dengan cepat."
A : "Nggak mungkin!! Pemimpin pilihan lo mana bisa ngerjain kayak gini?"

Dan mereka ribut lagi dan ngambang di kali (lagi).

    Itu baru contoh kecil aja. Coba aja cek di berita-berita atau social media. Perdebatan karena agama? Banyak. Berdebat tentang artis idola? Jangan tanya deh. Debat tentang bola? Bahkan ada yang sampe tawuran. Padahal sebenernya kita bisa membangun bangsa ini walau beda pandangan politik. Bisa saling rukun walau beda agama. Bisa saling berbagi walau ras kita berbeda. Bisa bangga menjadi orang Indonesia walau suku kita beda. 
    Apa susahnya sih menghormati pemimpin yang sekarang tanpa harus mencelanya? Kalo bagus, mari kita dukung. Kalo ada salah, kritiklah dengan santun. Jangan hanya kritik tanpa memberikan solusi. Apa susahnya saling menghormati antar agama? Agama itu hak masing-masing. Kalo kita berbuat buruk sebagai umat beragama, bukankah itu malah jadi cap jelek bagi agama kita? Trus apa susahnya saling menghormati orang dengan ras atau suku yang berbeda? Kita diciptakan Tuhan tuh nggak bisa milih jadi suku ini dan ras itu. Semua itu udah direncanakan Tuhan, dan rencana Tuhan pasti yang terbaik. Kalo kalian saling menghina dan membenci karena perbedaan ras dan suku, bukannya sama artinya kalian menghina dan membenci rencana Tuhan? What the ...??
    Nah, sama kayak cerita tadi. Sebenernya kalo kita nggak bisa bersatu dan saling menghormati, yang ambil keuntungan pasti pihak lain. Mungkin negara lain akan senang melempar sebuah opini yang memecah belah kita. Trus ujung-ujungnya mereka yang untung kalo kita udah terpecah. Mereka bisa menguras kekayaan alam kita, mengeklaim budaya kita, atau bahkan membuat kita jadi terlihat rendah di mata dunia. 
    Entahlah, mungkin opini gue agak berlebihan. Tapi gue yakin, bersatu dan saling menghormati itu nggak bikin rugi kok. Selama itu masih dalam konteks hal yang positif. Sama kayak kawanan kuda tadi. Seandainya mereka tidak berdebat, mungkin formasi mereka masih berjalan dengan baik. Mungkin mereka masih bisa selamat dan nggak jadi dimakan harimau. Dan mungkin si harimau akan menyerah dan pergi. Sama seperti kita. Jika kita mau bersatu dan saling menghormati, mungkin kerukunan itu bisa tercapai. Mungkin nggak akan ada konflik berdarah atau semacamnya. Dan mungkin negara ini bisa lebih maju dari sekarang.
    Sekali lagi gue tekankan, bersatu itu indah. Apalagi yang bersatu itu "aku" dan "kamu", dan bersatunya di pelaminan. #eeaa #curcol

Tidak ada komentar:

Posting Komentar