Kamis, 14 Januari 2016

Please be Smart Netizen

    Indonesia kembali berduka. Serangkaian teror bom dan granat terjadi di Jakarta. Ada beberapa korban jiwa dan korban lain yang terluka akibat kejadian ini. Entah apa yang ada di pikiran orang-orang yang melakukan tindakan seperti itu. Apakah mereka masih punya yang namanya hati nurani sebagai manusia? 

    Oke, disini gue nggak akan ngebahas secara detail apa yang terjadi siang tadi. Secara gue nggak ada di lokasi saat itu, jadi gue nggak tau kronologi lengkapnya. Kalian pasti udah baca atau nonton beritanya kan? Di berita-berita itu pasti udah dijelasin kronologinya. Yang gue mau bahas disini adalah reaksi masyarakat tentang kejadian itu. Beberapa reaksi masyarakat, khususnya di dunia maya, ada yang menurut gue itu ganggu banget. Nah, disini gue mau share beberapa reaksi di dunia maya yang menurut gue cukup mengganggu.

Selasa, 01 Desember 2015

Kejamnya Social Media



Akhir-akhir ini dunia social media sedang ramai membicarakan tentang taman bunga Amaryllis di Yogyakarta. Disamping karena keindahannya, fenomena yang sedang ramai dibicarakan juga tentang ulah beberapa oknum yang merusak taman bunga tersebut hanya untuk kepentingan selfie dan diupload ke sosmed. Para netizen menyayangkan taman bunga yang katanya hanya mekar setahun sekali itu rusak cuma gara-gara buat selfie. Udah gitu oknum-oknum tersangkanya seakan merasa masa bodoh atau malah membela diri karena disini mereka udah bayar untuk masuk. Dan akibatnya mereka dibully habis-habisan di social media. Ada yang berupa kritik halus, sarcasm, bahkan dibuat meme. Terakhir kali gue cek, salah satu akun mereka udah hilang dari peredaran. Mungkin malu. Mungkin juga beban bully yang mereka terima terlalu berat sehingga mereka nggak sanggup untuk menanggungnya.


Selasa, 13 Oktober 2015

Cara Membuat Blog Menjadi Aplikasi Android

   
    Kalian punya blog? Kalo punya, pernah kepikiran nggak blog kalian bisa jadi aplikasi Android? Pasti keren dong punya aplikasi blog pribadi. Bisa kalian pamerin atau bisa dishare juga ke Google Play. 
    "Tapi bikin aplikasi gituan kan susah ya? Belajarnya juga lama. Kayaknya nggak mungkin bisa deh, secara gue ini kuliah di jurusan Sastra Zimbabwe."
    Mungkin ada yang kepikiran kayak gitu juga. Gue mau sombong dikit nih. Dulu gue kuliah jurusan IT, dan tugas akhir gue adalah buat game yang dijalankan di platform Android. Game sederhana sih, tapi rasanya tuh udah bangga banget pokoknya. Nah, setelah hampir 2 tahun nggak pegang coding gituan lagi, skill gue otomatis menurun. Karena gue nggak mau kuliah gue sia-sia, akhirnya gue mulai belajar buat aplikasi Android lagi. Pikiran gue langsung tertuju pada blog ini. Gue pengen blog ini bisa jadi aplikasi Android. Setelah niat terkumpul, akhirnya gue siap untuk merealisasikannya. Karena udah lama nggak coding, gue cari beberapa referensi di Google. Gue butuh beberapa source code untuk project ini. Tapi gue malah nemu cara yang lebih simple, bahkan orang yang nggak punya basic IT pun bisa membuat aplikasinya. Mau tau caranya? Nih gue kasih tau..

Kamis, 08 Oktober 2015

Patah Hati Berjuta Rasanya

    Patah hati. Bagi yang pernah pacaran lebih dari sekali, pasti pernah ngerasain yang namanya patah hati. Kecuali kalian baru pertama kali pacaran dan lagi anget-angetnya atau emang dari lahir sampe sekarang belum pernah pacaran sama sekali. Tapi percayalah wahai para jomblo, lebih baik jadi jones daripada ngerasain yang namanya patah hati. #allhailjones

    Patah hati itu sakit, nyesek, bawaannya galau, trus dikit-dikit baper. Dan yang paling ngeselin, orang-orang sekitar pasti cuma bisa ngasih saran, puk-puk, prihatin, bahkan malah ada yang ngejekin. Mereka nggak tau sakitnya patah hati itu. Paling mereka cuma bisa bilang “Move on dong!!” dan menganggap masalah selesai. Padahal asal kalian tau, move on itu susah. Bahkan bisa dibilang mustahil. Kok bisa? Bagi yang baru patah hati, bisa dicoba beberapa tips move on berikut. Tapi gue nggak yakin berhasil. Check it out..

Jumat, 02 Oktober 2015

Tentang Bersyukur



    Pernah nggak kalian liat kerajinan gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

Rabu, 23 September 2015

Tahu Diri Sebelum Membully

    Seorang ibu dibawa ke sebuah Rumah Sakit Jiwa. Dia diantar oleh suami dan anaknya. Saat sampai di rumah sakit itu, si ibu meronta dan berteriak,”Lepaskan saya!! Saya tidak gila!! Suami dan anak saya yang gila!!” Sang suami dan anaknya hanya bisa menangis melihat itu. Para petugas memegang si ibu dan menyuntikkan obat bius agar si ibu tenang. Bayangkan jika si ibu datang ke rumah sakit itu dengan tenang, trus senyum ke petugasnya, trus bilang gini, “Saya gila pak, tolong rawat saya.” Pasti ntar para petugas langsung mikir, “Ini ibu gila beneran atau cuma akting sih?”. Secara nggak ada orang gila yang sadar bahwa dia gila. Kalo pun ada, itu hanya ada di sinetron.


    Nah, sekarang gue mau nyinggung cerita lain. Bulan kemarin ada peristiwa di Jogja yang lumayan menghebohkan jagad sosmed. Itu lho, yang ada orang dengan gagah berani pantang menyerah menghadang rombongan moge yang dikawal polisi karena nerobos lampu merah. Rombongan moge merasa benar karena mereka dikawal polisi. Tapi mas-mas-yang-menghadang-ini (namanya mas Elanto kalo nggak salah) beranggapan bahwa seharusnya rombongan ini harus patuh aturan lalu lintas walaupun dikawal polisi. Soalnya rombongan ini bukan rombongan negara, atau sesuatu yang urgent seperti ambulans, pemadam kebakaran, mobil jenazah, dsb. Akibatnya, mas-mas-yang-menghadang-ini sempat dibentak-bentak sama bapak-bapak berkumis sangar (yang ini gue nggak tau namanya).

Jumat, 31 Juli 2015

Menghadapi Rasa Kehilangan

     Minggu kemarin gue baca satu cerita di Kaskus. Judulnya Dia..Dia..Dia..Sempurna. Ceritanya tentang seorang cowok bernama Deni dari mulai dia masuk SMA sampai sekarang dia udah jadi orang yang mapan. Pada cerita ini, dikisahkan Deni disukai banyak cewek. Tapi hanya ada dua tokoh cewek sentral di cerita ini yaitu Oliv dan Oca. Mereka sama-sama suka Deni tapi sama-sama digantungin juga karena Deni nggak bisa milih salah satu dari mereka. Dia sayang keduanya dan nggak mau salah satu sakit hati. Hingga akhirnya Deni bisa bener-bener milih dan pilihannya jatuh pada Oca. Yah, di cerita ini memang Oca digambarkan sebagai sosok yang setia nunggu walau digantungin selama hampir 10 tahun. Namun sayangnya saat Deni udah memutuskan memilih Oca, ternyata kondisi Oca sedang sakit parah dan akhirnya meninggal sebulan sebelum mereka menikah. Kalo yang mau lihat cerita lengkapnya bisa kalian baca disini.