Akhir-akhir ini
dunia social media sedang ramai membicarakan tentang taman bunga Amaryllis di
Yogyakarta. Disamping karena keindahannya, fenomena yang sedang ramai
dibicarakan juga tentang ulah beberapa oknum yang merusak taman bunga tersebut
hanya untuk kepentingan selfie dan diupload ke sosmed. Para netizen
menyayangkan taman bunga yang katanya hanya mekar setahun sekali itu rusak cuma
gara-gara buat selfie. Udah gitu oknum-oknum tersangkanya seakan merasa masa
bodoh atau malah membela diri karena disini mereka udah bayar untuk masuk. Dan
akibatnya mereka dibully habis-habisan di social media. Ada yang berupa kritik
halus, sarcasm, bahkan dibuat meme. Terakhir kali gue cek, salah satu akun
mereka udah hilang dari peredaran. Mungkin malu. Mungkin juga beban bully yang
mereka terima terlalu berat sehingga mereka nggak sanggup untuk menanggungnya.
Selasa, 01 Desember 2015
Selasa, 13 Oktober 2015
Cara Membuat Blog Menjadi Aplikasi Android
Kalian punya blog? Kalo punya, pernah kepikiran nggak blog kalian bisa jadi aplikasi Android? Pasti keren dong punya aplikasi blog pribadi. Bisa kalian pamerin atau bisa dishare juga ke Google Play.
"Tapi bikin aplikasi gituan kan susah ya? Belajarnya juga lama. Kayaknya nggak mungkin bisa deh, secara gue ini kuliah di jurusan Sastra Zimbabwe."
Mungkin ada yang kepikiran kayak gitu juga. Gue mau sombong dikit nih. Dulu gue kuliah jurusan IT, dan tugas akhir gue adalah buat game yang dijalankan di platform Android. Game sederhana sih, tapi rasanya tuh udah bangga banget pokoknya. Nah, setelah hampir 2 tahun nggak pegang coding gituan lagi, skill gue otomatis menurun. Karena gue nggak mau kuliah gue sia-sia, akhirnya gue mulai belajar buat aplikasi Android lagi. Pikiran gue langsung tertuju pada blog ini. Gue pengen blog ini bisa jadi aplikasi Android. Setelah niat terkumpul, akhirnya gue siap untuk merealisasikannya. Karena udah lama nggak coding, gue cari beberapa referensi di Google. Gue butuh beberapa source code untuk project ini. Tapi gue malah nemu cara yang lebih simple, bahkan orang yang nggak punya basic IT pun bisa membuat aplikasinya. Mau tau caranya? Nih gue kasih tau..
Kamis, 08 Oktober 2015
Patah Hati Berjuta Rasanya
Patah hati. Bagi yang
pernah pacaran lebih dari sekali, pasti pernah ngerasain yang namanya
patah hati. Kecuali kalian baru pertama kali pacaran dan lagi
anget-angetnya atau emang dari lahir sampe sekarang belum pernah
pacaran sama sekali. Tapi percayalah wahai para jomblo, lebih baik
jadi jones daripada ngerasain yang namanya patah hati. #allhailjones
Patah hati itu sakit,
nyesek, bawaannya galau, trus dikit-dikit baper. Dan yang paling
ngeselin, orang-orang sekitar pasti cuma bisa ngasih saran, puk-puk,
prihatin, bahkan malah ada yang ngejekin. Mereka nggak tau sakitnya
patah hati itu. Paling mereka cuma bisa bilang “Move on dong!!”
dan menganggap masalah selesai. Padahal asal kalian tau, move on itu
susah. Bahkan bisa dibilang mustahil. Kok bisa? Bagi yang baru patah
hati, bisa dicoba beberapa tips move on berikut. Tapi gue nggak yakin
berhasil. Check it out..
Jumat, 02 Oktober 2015
Tentang Bersyukur
Pernah nggak kalian liat kerajinan
gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang
itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat
pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak
usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah
sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa
berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang
enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan
jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air
panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan
gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di
tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena
perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran
masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam
membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya
sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.
Rabu, 23 September 2015
Tahu Diri Sebelum Membully
Seorang ibu dibawa ke sebuah Rumah Sakit Jiwa. Dia diantar oleh suami dan anaknya. Saat sampai di rumah sakit itu, si ibu meronta dan berteriak,”Lepaskan saya!! Saya tidak gila!! Suami dan anak saya yang gila!!” Sang suami dan anaknya hanya bisa menangis melihat itu. Para petugas memegang si ibu dan menyuntikkan obat bius agar si ibu tenang. Bayangkan jika si ibu datang ke rumah sakit itu dengan tenang, trus senyum ke petugasnya, trus bilang gini, “Saya gila pak, tolong rawat saya.” Pasti ntar para petugas langsung mikir, “Ini ibu gila beneran atau cuma akting sih?”. Secara nggak ada orang gila yang sadar bahwa dia gila. Kalo pun ada, itu hanya ada di sinetron.
Nah, sekarang gue mau nyinggung cerita lain. Bulan kemarin ada peristiwa di Jogja yang lumayan menghebohkan jagad sosmed. Itu lho, yang ada orang dengan gagah berani pantang menyerah menghadang rombongan moge yang dikawal polisi karena nerobos lampu merah. Rombongan moge merasa benar karena mereka dikawal polisi. Tapi mas-mas-yang-menghadang-ini (namanya mas Elanto kalo nggak salah) beranggapan bahwa seharusnya rombongan ini harus patuh aturan lalu lintas walaupun dikawal polisi. Soalnya rombongan ini bukan rombongan negara, atau sesuatu yang urgent seperti ambulans, pemadam kebakaran, mobil jenazah, dsb. Akibatnya, mas-mas-yang-menghadang-ini sempat dibentak-bentak sama bapak-bapak berkumis sangar (yang ini gue nggak tau namanya).
Jumat, 31 Juli 2015
Menghadapi Rasa Kehilangan
Minggu kemarin gue baca satu cerita di
Kaskus. Judulnya Dia..Dia..Dia..Sempurna. Ceritanya tentang seorang cowok bernama Deni dari mulai dia
masuk SMA sampai sekarang dia udah jadi orang yang mapan. Pada cerita
ini, dikisahkan Deni disukai banyak cewek. Tapi hanya ada dua tokoh
cewek sentral di cerita ini yaitu Oliv dan Oca. Mereka sama-sama suka
Deni tapi sama-sama digantungin juga karena Deni nggak bisa milih
salah satu dari mereka. Dia sayang keduanya dan nggak mau salah satu
sakit hati. Hingga akhirnya Deni bisa bener-bener milih dan
pilihannya jatuh pada Oca. Yah, di cerita ini memang Oca digambarkan
sebagai sosok yang setia nunggu walau digantungin selama hampir 10
tahun. Namun sayangnya saat Deni udah memutuskan memilih Oca,
ternyata kondisi Oca sedang sakit parah dan akhirnya meninggal
sebulan sebelum mereka menikah. Kalo yang mau lihat cerita lengkapnya
bisa kalian baca disini.
Jumat, 24 Juli 2015
Aku, Kamu, dan Long Distance Relationship
Sanji dan
Violla adalah sepasang kekasih yang sedang menjalani LDR. Sejak setahun lalu,
Violla pergi jualan mie lidi ke Ukraina. Katanya untuk merubah nasib. Sedangkan
Sanji harus bertahan di Indonesia karena sudah terikat kontrak jadi cleaning
service bandara Soekarno Hatta. Dia bertugas ngepel landasan pacu pesawat
disana. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Mereka masih sering chat,
telpon-telponan, atau video call via Skype. Namun karena jarak dan zona waktu
yang berbeda, komunikasi mereka menjadi agak berkurang. Kadang Violla baru
pulang kerja mau hubungi Sanji, eh Sanjinya udah tidur. Pas Sanji bangun,
giliran Violla yang masih nyenyak di kasur. Namun mereka selalu pegang komitmen
untuk bersama.
Langganan:
Postingan (Atom)





