Selasa, 13 Oktober 2015

Cara Membuat Blog Menjadi Aplikasi Android

   
    Kalian punya blog? Kalo punya, pernah kepikiran nggak blog kalian bisa jadi aplikasi Android? Pasti keren dong punya aplikasi blog pribadi. Bisa kalian pamerin atau bisa dishare juga ke Google Play. 
    "Tapi bikin aplikasi gituan kan susah ya? Belajarnya juga lama. Kayaknya nggak mungkin bisa deh, secara gue ini kuliah di jurusan Sastra Zimbabwe."
    Mungkin ada yang kepikiran kayak gitu juga. Gue mau sombong dikit nih. Dulu gue kuliah jurusan IT, dan tugas akhir gue adalah buat game yang dijalankan di platform Android. Game sederhana sih, tapi rasanya tuh udah bangga banget pokoknya. Nah, setelah hampir 2 tahun nggak pegang coding gituan lagi, skill gue otomatis menurun. Karena gue nggak mau kuliah gue sia-sia, akhirnya gue mulai belajar buat aplikasi Android lagi. Pikiran gue langsung tertuju pada blog ini. Gue pengen blog ini bisa jadi aplikasi Android. Setelah niat terkumpul, akhirnya gue siap untuk merealisasikannya. Karena udah lama nggak coding, gue cari beberapa referensi di Google. Gue butuh beberapa source code untuk project ini. Tapi gue malah nemu cara yang lebih simple, bahkan orang yang nggak punya basic IT pun bisa membuat aplikasinya. Mau tau caranya? Nih gue kasih tau..

Kamis, 08 Oktober 2015

Patah Hati Berjuta Rasanya

    Patah hati. Bagi yang pernah pacaran lebih dari sekali, pasti pernah ngerasain yang namanya patah hati. Kecuali kalian baru pertama kali pacaran dan lagi anget-angetnya atau emang dari lahir sampe sekarang belum pernah pacaran sama sekali. Tapi percayalah wahai para jomblo, lebih baik jadi jones daripada ngerasain yang namanya patah hati. #allhailjones

    Patah hati itu sakit, nyesek, bawaannya galau, trus dikit-dikit baper. Dan yang paling ngeselin, orang-orang sekitar pasti cuma bisa ngasih saran, puk-puk, prihatin, bahkan malah ada yang ngejekin. Mereka nggak tau sakitnya patah hati itu. Paling mereka cuma bisa bilang “Move on dong!!” dan menganggap masalah selesai. Padahal asal kalian tau, move on itu susah. Bahkan bisa dibilang mustahil. Kok bisa? Bagi yang baru patah hati, bisa dicoba beberapa tips move on berikut. Tapi gue nggak yakin berhasil. Check it out..

Jumat, 02 Oktober 2015

Tentang Bersyukur



    Pernah nggak kalian liat kerajinan gerabah? Ada vas bunga, guci, poci teh, bahkan gentong. Setiap barang-barang itu punya kegunaan masing-masing. Vas bunga buat naruh bunga, guci buat pajangan, poci teh buat tempat bikin teh, dan gentong buat tempat air. Nggak usah dijelasin, nenek-nenek juga tau lah kegunaan barang-barang itu. Nah sekarang, pernah nggak kalian berpikir seandainya barang-barang itu bisa berpikir sendiri? Mungkin vas bunga akan sombong karena dia dapat peran yang enak, ditempatkan di tempat yang nyaman, harum karena sebagai tempat bunga, dan jadi pusat perhatian. Sedangkan poci teh mungkin mengeluh karena diisi air panas dan harus melayani beberapa cangkir yang minta diisi. Lalu gimana dengan gentong yang cuma jadi tempat air, diletakkan di dapur atau kamar mandi, di tempat yang lembab dan jarang dilihat orang. Mungkin gentong akan minder karena perannya dan bentuknya yang gendut. Yah, setiap barang-barang itu punya peran masing-masing. Saat dibuat, sang pengrajin gerabah sudah mempunyai maksud dalam membuat karyanya. Walaupun punya fungsi yang berbeda, tapi proses pembuatannya sama. Dibuat dari tanah liat, dibentuk, kemudian dibakar hingga keras.

Rabu, 23 September 2015

Tahu Diri Sebelum Membully

    Seorang ibu dibawa ke sebuah Rumah Sakit Jiwa. Dia diantar oleh suami dan anaknya. Saat sampai di rumah sakit itu, si ibu meronta dan berteriak,”Lepaskan saya!! Saya tidak gila!! Suami dan anak saya yang gila!!” Sang suami dan anaknya hanya bisa menangis melihat itu. Para petugas memegang si ibu dan menyuntikkan obat bius agar si ibu tenang. Bayangkan jika si ibu datang ke rumah sakit itu dengan tenang, trus senyum ke petugasnya, trus bilang gini, “Saya gila pak, tolong rawat saya.” Pasti ntar para petugas langsung mikir, “Ini ibu gila beneran atau cuma akting sih?”. Secara nggak ada orang gila yang sadar bahwa dia gila. Kalo pun ada, itu hanya ada di sinetron.


    Nah, sekarang gue mau nyinggung cerita lain. Bulan kemarin ada peristiwa di Jogja yang lumayan menghebohkan jagad sosmed. Itu lho, yang ada orang dengan gagah berani pantang menyerah menghadang rombongan moge yang dikawal polisi karena nerobos lampu merah. Rombongan moge merasa benar karena mereka dikawal polisi. Tapi mas-mas-yang-menghadang-ini (namanya mas Elanto kalo nggak salah) beranggapan bahwa seharusnya rombongan ini harus patuh aturan lalu lintas walaupun dikawal polisi. Soalnya rombongan ini bukan rombongan negara, atau sesuatu yang urgent seperti ambulans, pemadam kebakaran, mobil jenazah, dsb. Akibatnya, mas-mas-yang-menghadang-ini sempat dibentak-bentak sama bapak-bapak berkumis sangar (yang ini gue nggak tau namanya).

Jumat, 31 Juli 2015

Menghadapi Rasa Kehilangan

     Minggu kemarin gue baca satu cerita di Kaskus. Judulnya Dia..Dia..Dia..Sempurna. Ceritanya tentang seorang cowok bernama Deni dari mulai dia masuk SMA sampai sekarang dia udah jadi orang yang mapan. Pada cerita ini, dikisahkan Deni disukai banyak cewek. Tapi hanya ada dua tokoh cewek sentral di cerita ini yaitu Oliv dan Oca. Mereka sama-sama suka Deni tapi sama-sama digantungin juga karena Deni nggak bisa milih salah satu dari mereka. Dia sayang keduanya dan nggak mau salah satu sakit hati. Hingga akhirnya Deni bisa bener-bener milih dan pilihannya jatuh pada Oca. Yah, di cerita ini memang Oca digambarkan sebagai sosok yang setia nunggu walau digantungin selama hampir 10 tahun. Namun sayangnya saat Deni udah memutuskan memilih Oca, ternyata kondisi Oca sedang sakit parah dan akhirnya meninggal sebulan sebelum mereka menikah. Kalo yang mau lihat cerita lengkapnya bisa kalian baca disini.

Jumat, 24 Juli 2015

Aku, Kamu, dan Long Distance Relationship



   

   Sanji dan Violla adalah sepasang kekasih yang sedang menjalani LDR. Sejak setahun lalu, Violla pergi jualan mie lidi ke Ukraina. Katanya untuk merubah nasib. Sedangkan Sanji harus bertahan di Indonesia karena sudah terikat kontrak jadi cleaning service bandara Soekarno Hatta. Dia bertugas ngepel landasan pacu pesawat disana. Awalnya hubungan mereka baik-baik saja. Mereka masih sering chat, telpon-telponan, atau video call via Skype. Namun karena jarak dan zona waktu yang berbeda, komunikasi mereka menjadi agak berkurang. Kadang Violla baru pulang kerja mau hubungi Sanji, eh Sanjinya udah tidur. Pas Sanji bangun, giliran Violla yang masih nyenyak di kasur. Namun mereka selalu pegang komitmen untuk bersama.

Selasa, 14 Juli 2015

Cinta Dalam Perbedaan, Mungkinkah?

...Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu...

     Joseph dan Aisyah adalah teman semasa SMA. Setelah lama dekat, mereka akhirnya jadian. Mereka punya latar belakang yang berbeda dan saling melengkapi. Joseph adalah seorang aktivis gereja yang pintar namun sedikit pemalu. Sedangkan Aisyah adalah seorang wakil ketua majelis taklim yang supel dan periang. Yah, mereka memang berbeda kepercayaan. Dan itu tidak menghalangi kebersamaan mereka. Namun sedikit demi sedikit masalah mulai muncul. Pandangan skeptis orang di sekitar, tentangan keluarga, hingga godaan orang ketiga datang menguji kebersamaan mereka. Namun dengan keteguhan hati, mereka dapat melalui semua itu. Orang-orang mulai bisa menerima hubungan mereka. Keluarga akhirnya mendukung juga. Dan karena mereka semakin dekat, orang ketiga pun enggan mengganggu mereka. Hingga akhirnya sudah hampir 10 tahun mereka berpacaran dan berencana melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih jauh. Mereka ingin menikah. Di sinilah masalah yang lebih pelik terjadi. Walaupun orang tua sudah merestui, namun mereka kesulitan untuk melakukan pernikahan. Jika mereka ingin bersatu, maka salah satu harus mengalah. Mereka memang saling mencintai, namun mereka pun tidak bisa meninggalkan kepercayaan mereka. Mereka beberapa kali putus nyambung karena hal ini. Namun kisah mereka ibarat menonton sebuah film atau membaca buku novel. Berapa kalipun mengulang menonton atau membaca, ending yang didapat akan sama saja. Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah walau berat. Dan 10 tahun hubungan mereka berakhir. Nah, siapa yang salah kalau udah begini? Mari kita renungkan..


     Menurut gue pribadi, dalam suatu agama, setiap perintah dan aturan adalah mutlak hukumnya. Tuhan adalah sempurna, oleh sebab itu kita sebagai umatnya pun harus mengikuti ajarannya sesempurna mungkin agar lebih dekat dengan-Nya. Kita wajib menjalani setiap perintah Tuhan tanpa ada cela, karena setiap penyimpangan adalah dosa. Bagaimana dengan kasus di atas? Pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Jika melihat pada peraturan agama, ada beberapa hal yang ditekankan.